Sabtu, 28 Agustus 2010
Kesan Tentang Fisika......
Ada beberapa perbedaan saat Bapak mengajar dikelas X dan kelas XI Jurusan Ilmu Alam.
Bapak selalu menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam setiap pembelajarannya,seperti kerja kelompok bersama menggunakan karton atau kertas plano. Dan juga, ada tugas hiburan bermain Games di Facebook…..
Ada beberapa ritual baru di kelas XI yang berbeda dari kelas X. Seperti membaca Doa…..
Puisi yang pernah Bapak bacakan, bagi saya maknanya sangat mendalam….
Perjuangan seorang Ibu dalam memebesarkan anaknya..................
Saya masih ingat sekali, saat di kelas Rone Pascal bapak sering memberikan tugas secara berkelompok. Dengan tugas yang bapak berikan itu terjalin kerja sama yang bagus dalam kelas, dan kami menjadi lebih kompak….
Dan sekarang rasa kerja sama dalam kelas tersebut mulai bapak bangun di kelas XI IA-3…..
Tak terasa sudah sebulan saya duduk di kelas XI, dan pelajaran Fisika di ajar oleh Pak Rudy…
Setiap pertemuan pelajaran Fisika, saya sulit menebak tugas yang akan diberikan oleh Bapak.
Tetapi, setiap Bapak masuk ke kelas XI IA-3. Bapak selalu memberikan penjelasan secara mendetail dan lengkap, biasanya juga diselingi oleh canda gurau. Suasana kelas menjadi tidak tegang, bahkan menyenangkan .….
Di sekolah maupun di les, Bapak selalu memberikan penjelasan yang lengkap. Kalo menurut saya Bapak tidak pernah membeda-bedakan siswa /siswi yang sudah diajar di kelas X atau yang baru mengenal Bapak di kelas XI….
Klik FisikaRudy.com
Jumat, 30 Juli 2010
Pelajaran Vektor
Vektor
Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai (besar) dan arah. Contoh besaran vektor, antara lain, perpindahan, kecepatan, percepatan,momentum, dan gaya.Untuk menyatakan besaran vektor, harus menggunakan nilai (angka) dan disebutkan arahnya.
Vektor Notasi vector dapat ditulis dengan dua cara:
- Ditulis dengan huruf tebal.
- Ditulis dengan huruf yang diatasnya diberi anak panah.
Fungsi gerak 2&3 Dimensi
r = xĩ + yĵ
v = vxĩ + vyĵ
a = axĩ +ayĵ
r = xĩ + yĵ + zķ
v = vxĩ + vyĵ + vzķ
a = axĩ +ayĵ + azķ
- Perpindahan adalah perubahan posisi (kedudukan) terhadap titik acuan
- Kecepatan adalah perpindahan setiap satuan waktu
- Percepatan adalah pertambahan setiap satuan waktu
- Vector posisi :
r = xĩ + yĵ + zķ
- Vector percepatan :
a = axĩ +ayĵ + azķ
- Vector kecepatan
v = vxĩ + vyĵ + vzķ
- Komponen kecepatan :
v= ∆x / ∆t
vy = ∆y /∆t
- Komponen percepatan :
ax = ∆vx /∆t
ay = ∆vy / ∆t
- Cara menentukan besar perpindahan :
lrl = √x2 + y2 + z2
- Cara menentukan besar kecepatan :
lvl = √vx2 + vy2 + vz2
- Cara mementukan besar percepatan :
lal = √ax2 +ay2 + az2
∆t = adalah selang waktu
ro = posisi awal (saat t = 0)
rt = posisi akhir (saat t detik)
∆r = rt - ro
Rumus untuk mencari ∆r
rt - ro
contoh :
ro = 2ĩ+4ĵ
rt = 3ĩ+5ĵ
∆r = (3) - (2)
(5) (4)
= ĩ+ĵ
Rumus untuk mencari v
∆r / ∆t
Misal, ∆t = 2
v = ĩ+ĵ / 2
= ĩ/2 + ĵ/2
Rumus untuk mencari lvl
lvl = √(½) + (½)
= ½ √2
Kunjungi FisikaRudy.com
Kamis, 22 Juli 2010
Pelajaran pertama di Kelas IPA 3
GERAK LURUS BERATURAN (GLB)
Gerak lurus beraturan dapat didefinisikan gerak suatu benda pada suatu lintasan garis lurus dengan kecepatan tetap. Kecepatan tetap adalah arah gerak benda selalu tetap dan besar kecepatannya juga tetap. GLB arah kecepatanya selalu tetap, maka besar kecepatan sama dengan kelajuan.
Karena kecepatan tetap atau dengan kata lain perubahan kecepatan ∆v = 0, maka percepatan
a = ∆v / ∆ t = 0
Percepatan benda pada gerak lurus beraturan sama dengan nol (a = 0 )
Contoh GLB seperti gerak kereta yang sedang melaju pada lintasan yang lurus
dan datar.
Persamaan umum gerak lurus beraturan: s = v.t
Kelajuan adalah cepat lambatnya perubahan jarak terhadap waktu
dan merupakan besaran skalar yang nilainya selalu positif, sehingga tidak
memedulikan arah. Kelajuan diukur dengan menggunakan spidometer.
Kecepatan adalah cepat lambatnya perubahan kedudukan suatu benda
terhadap waktu dan merupakan besaran vektor, sehingga memiliki arah.
Kecepatan diukur dengan menggunakan velocitometer.
Karena dalam GLB kecepatan adalah konstan, maka:
v = ∆x / ∆t atau ∆ x = v . ∆t
untuk kedudukan awal x o ketika to = 0 maka:
∆ x = x – x o dan ∆t = t – to " ∆t = t – 0 = t
Dengan demikian ∆ x = v t atau x – x o = vt
x = x o = v t
GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN(GLBB)
GLBB adalah gerak benda pada suatulintasan dengan percepatan tetap. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari seperti, jatuhnya buah kelapa dengan sendirinya dari pohonnya. Jika gesekan udara diabaikan maka kelapa yang jatuh akan mengalami percepatan tetap yang diakibatkan oleh medan gravitasi bumi. Percepatan gravitasi bumi (g) = 9,8 m/s2 atau dibilatkan 10 m/s2.
vt = vo + a t
jika partikel memulai gerakan dari kedudukan awal x o pada saat t = 0 dan kedudukannya adalah x pada saat t, maka perpindahan ∆ x = x - x o , diberikan oleh: ∆ x = v . t
kecepatan partikel berubah dengan fungsi linear, dan kecepatan rata-rata adalah nilai tengah dari kecepatan awal vo dan kecepatan akhir v , sehingga: vt = ½ (vo = v)
vo < vt
vt > vo
GLBB Dipercepat
a = vt - vo / t
vt = vo + a t
s = vo t + ½ a t2
vt2 = vo2 + 2 as
s = ½ (vo t + vt t)
GLBB Diperlambat
a = vt - vo / t
GERAK JATUH BEBAS (GJB)
Gerak jatuh bebas adalah gerak suatu benda dijatuhkan dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal (vo = 0) dan selama geraknya mengalami percepatan tetap, yaitu percepatan gravitasi g, sehingga gerak jatuh bebas termasuk dalam gerak lurus berubah beraturan. Dalam gerak jatuh bebas, benda selalu bergerak ke bawah maka untuk mempermudah perhitungan, di tetapkan arah ke bawah sebagai arah positif. Persamaan-persamaan yang digunakan dalam gerak jatuh bebas sama dengan kelima persamaan GLBB, dengan mensibstitusi:
vo = 0 dan a = g
dan biasanya ∆ x dengan ∆y
t = √2 h / g
vt = g.t
h = ½ g.t2
h = ½ (vt .t)
v = √2 g h
y = vt2 / 2 g
Contoh gerak jatuh bebas seperti, seorang anak menjatuhkan sebuah bola tenis. Disekitar anak yang melakukan percobaan tersebutterdapat udara yang menghasilkan hambatan udara atau gesekan udara terhadap benda yang jatuh. Besarnya gaya gesekan udara yang akan melawan gerak jatuh benda sebanding luas permukaan benda. Makin besar luas permukaan benda makin besar gaya gesekan udara yang bekerja pada benda itu.
Lebi lanjut Klik Disini
Sabtu, 05 Juni 2010
Rangkaian Dummy Alarm



Kamis, 13 Mei 2010
Pembahasan Fiska Semester 2




Pada Bab Optik Geometri mempelajari:
- Pembiasan;
- Sifat-sifat Cermin; dan
- Alat-alat Optik geometri.
Pada Bab Suhu&Kalor mempelajari: KLIK DISINI
- Menghitung Suhu;
- Perambatan Kalor; KLIK DISINI
- Penghitungan Suhu Campuran;
- Kenaikan Suhu;dan
- Pemuaian.
Pada Bab Listrik mempelajari:
- Listrik Dinamis; KLIK DISINI
- Resistor,KLIK DISINI
- Menghitung Hambatan, ArusListrik, Tegangan;
- Rangkaian Paralel & Seri; dan
- dan Hukum Kirchoff. KLIK DISINI
Gelombang Elektromagnetik....
Rabu, 12 Mei 2010
Fisika Pada Semester 1





Pembelajaran Fisika di Kelas: X-1 (Rone Pascal), SMAN-2 Palangkaraya...
Pada semester 1, bab pembelajaran Fisika yaitu: Besaran&Satuan, Vektor, Kinematika Gerak Lurus, Dinamika Gerak Lurus, dan Gerak Rotasi.
Dalam Bab Besaran&Satuan mempelajari:
* Angka Penting;
* Satuan Standar Panjang, Massa, Waktu, Suhu, Arus Listrik,
Intensitas Cahaya, Jumlah zat;
* Dimensi dari Satuan Standar;
* Daftar Konversi; dan
* Soal dalam bentuk Cerita mengenai Daftar Konversi.
Dalam Bab Vektor mempelajari:
* Besaran Vektor yaitu, besaran yang memiliki besar (nilai) dan juga arah;
* Penggambaran Vektor & Cara Penulisan Vektor;
* Penjumlahan Vektor;
* Vektor dalam satu garis;
* Penjelasan tentang Komponen Vektor;
* Simbol Besaran Vektor;
* Proyeksi Vektor; dan
* Penjumlahan Vektor:
- Menghitung Panjang Vektor,
- Penghitungan,
- Perkalian Titik (Dot Vektor)/Perkalian Sejenis,
- Perkalian Silang/Perkalian Tidak Sejenis.
Dalam Bab Kinematika Gerak Lurus mempelajari:
* GLB (Gerak Lurus Beraturan);
* GLBB (Gerak Lurus Brubah Beraturan);
* Gerak Vertikal Ke Atas;
* Gerak Jatuh Bebas;
* Gerak Melingkar; dan
* Gerak Peluru.
Pada akhir bab ini diadakan TEST LISAN.
Dalam Bab Dinamika Gerak Lurus mempelajari:
* Hukum 1 Newton (inersia/royal);
* Hukum 2 Newton (berubah inovation);
* Hukum 3 Newton (aksi-reaksi/balance);
* Gaya Sentripetal & Sentrifugal;'
* Gaya Normal; dan
* Gaya Gesekan Kinetik & Statik.
Pada bab ini dibuat Mapping Concept, agar lebih mengerti.
Dalam Bab Gerak Rotasi mempelajari:
* Konvensi Simbolis;
* Hubungan Anguler dengan Linier;
* Frekuensi & Periode;
* Posisi Sudut;
* Kecepatan Sudut;
* Kecepatan Linier;
* Percepatan Anguler;
* Percepatan Total; dan
* Percepatan Sentripetal.
Lebih lanjut kunjungi, KLIK DISINI




